13..
Bagi sebagian orang 13 adalah angka sial.
Tapi tidak bagiku.
Karena bersama 12 temanku yang lain aku menjalani masa kuliah dengan penuh makna.
Kami menjuluki kelas kami dengan BBB,,,Bocah-Bocah Bilingual.
Pada awalnya aku diterima sebagai mahasiswa jurusan Matematika dengan teman-teman yang lain yang kapasitasnya cukup besar, sekitar 50 orang.
Kemudian, kami semua diseleksi untuk mengikuti program khusus dari jurusan yaitu kelas Bilingual.
Dan akhirnya, pengumuman pun ditempel.
What a surprised, aku tertulis di urutan pertama. Rasanya aku tak percaya sama sekali, dengan kemampuanku yang pas-pasan aku bisa bergabung di kelas itu.
Pada awalnya kelas bilingual berisi 22 mahasiswa, namun seiring waktu, kami yang tertinggal hanya 13 mahasiswa. Sebagian memutuskan untuk keluar dan sebagian yang lain karena jadwal yang kurang memungkinkan untuk diikuti akhirnya tak bergabung lagi bersama kami.
Ya, tinggal aku dan 12 mahasiswa yang lain yang bertahan hingga saat ini, saat aku menuliskan ini.
Baiklah aku akan mencoba menceritakannya satu persatu.
Aku, Arista Dewi. Mungkin akulah mahasiswa yang kemampuan akademiknya pas-pasan di kelas ini, tp di sisi lain, mungkin bisa dikatakan aku yang paling beruntung. Dengan sangat menyadari seperti apa kemampuanku, aku memang sering beruntung alhamdulilah. Contoh kecil saja, aku gak baca buku tapi nilaiku lebih dari yang membaca buku. Hmmm…hal seperti ini tidak sepatutnya ditiru hehehe…
Bersama dua temanku yang lain, yaitu Dewi dan Riya, aku terbilang cukup menjadi sumber keramaian di kelas. Dengan Riya dan Dewi, aku sering membuat keramaian, seperti bercanda dan menggoda teman-teman yang lain yang pendiam seperti Andika misalnya. Dia adalah mahasiswa kutu buku di kelas kami, tas ranselnya selalu penuh dengan buku dan laptop Toshibanya hehehe…tapi not so bad lah, akhir-akhir ini Andika sudah lebih bisa bercanda dengan kami Trio Sedeng (Riya, Dewi, dan aku). Sometimes, he follow us to joke with others. Andika anak yang rajin, sangatlah terlihat hal itu, berkacamata dan pantas jadi pak guru yang sabar tapi agak mbulet hehehe….
Dua temanku itu, sangatlah koplak hehehe…tapi beruntung punya teman seperti mereka sering menghiburku dan membuat tertawa dengan tingkah kami bertiga yang sangatlah “lebay gila” hahaha…
Aku dan Dewi selalu bertingkah lebay, layaknya seorang artis, kemartis dan sok selebritis lebih tepatnya hehehe…tapi kami sangat menikmatinya terutama aku hehehe. That’s the way I’am. Dewi memiliki kemampuan akademik yang bagus, tidak sepertiku hehe..nilainya selalu bagus, mungkin hanya hitungan jari dia mendapat nilai yang buruk. Sekali dia dapat nilai jelek langsung down, tidak sepert aku yang sudah terbiasa hehehe…dia suka banget nyanyi meskipun suaranya gak bagus-bagus amat hehehe…apalagi klo lagu bahasa Inggris, dia paling suka. Sering juga kami nyanyi duet bareng gitu dan bergaya ala seleb, eh maaf ralat sok selebritis tepatnya.
Riya sering dijuluki si bohay oleh teman-teman, anak yang putih dan bongsor. Riya sering tampil di depan kelas, tapi aku salut dengannya. Sepak terjang atau kiprahnya luar biasa, dia temanku yang pekerja keras menurutku dan gak pantang menyerah. Hampir tiap hari aku dan Riya selalu berangkat bersama ke kampus karna kami memang satu kost.
Ayu alias momo adalah mahasiswa paling muda diantara kami, dia kadang-kadang juga bertingkah seperti anak kecil. Momo adalah julukan yang kuberikan kepadaya karna dia pernah memotong poninya sperti Momo “Geisha”. Sampai sekarang pun dia masih langganan ke kos ku untuk meminta tolong kapadaku memotong poninya. Momo anak yang rajin dan kemampuan akademiknya juga bagus. Dulu momo satu-satunya mahasiswi yang tak berjilbab di kelas kami, tapi belakangan ini di juga mengenakan jilbab. Momo suka banget ngemil, menurutku si, dan terkadang sering grogi di depan kelas, padahal aku yakin dia mampu untuk mengatasinya.
Yoga, mmm…sperti nama lelaki. Anda salah, dia wanita paling lemah lembut di kelasku. Wanita tulen deh pokoknya, tlaten luar biasa. Kemampuan bahasa inggrisnya luar biasa, ketika conversation gitu dia memiliki style tersendiri. Yoga juga anak yang rajin dan pintar. Sperti halnya Momo, Yoga suka banget sama hal-hal yang berbau Korea, kebanyakan nonton film Korea si,,hehehe…tapi itulah Yoga, yang kadang gampang sakit, dan terlihat pucat.
Lilik, anak yang cukup pendiam menurutku, dia lebih sering menghabiskan waktunya dengan buku. Lilik seorang yang cerdas. Aku jarang maen dengan Lilik, karna dia kurang suka bercanda. Kadang-kadang aku meminjam catatannya karna dia rajin mencatat. Dulu kami sering ngantin bersama, dengan Yoga juga.
Lilis, anak yag pendiam. Belakangan ini dia menjadi kurus dan terlihat kurang konsen. Mungkin lagi ada masalah. Lilis jarang bercanda gila seperti aku, kalopun tersenyum dia hanya tersenyum simpul. Lilies aktif di organisasi. Belakangan ini aku sering bersamanya karna kami dosen pembimbing 1 yang sama dan skripsi yang mirip yaitu pengembangan.
Devi, sperti halnya Lilis yang berasal dari Tulungagung. Devi tubuhnya kurus tinggi, tulisan devi tegak-tegak seperti orangnya. Seperti Salman, Devi sering terlihat ngantuk di kelas. Pernah ia terlihat tertidur, maklum kuliah kadang memang membosankan hehehe..
Pernah dia suatu ketika maen ke rumahku, untuk menemui kekasihnya meski kini tak bersama lagi. Itulah seninya anak muda hehe…Devi aktif di kelas, dia sering menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh dosen. Tapi belakangan ini ada kemajuan, Devi gak terlalu sering terlihat ngantuk di kelas.
Salman, arudam punya, asli Madura. Mahasiswa laki-laki yang cukup stylist di kelasku hehee…aku sering ngobrol dengannya membicarakan tentang sesuatu yang menurutku aku cukup bnyak mendapat pelajaran dari cerita-ceritanya. Sperti yang kuceritakan sbelumnya Salman sering ngatuk di kelas. Tapi dia mahasiswa yang cerdas, dia juga sering mengikuti olimpiade.
Juwi, mahasiswa yang paling sering sekelompok denganku dan Riya, satu trick kami dalam berkelompok adalah membagi tugas, kami jarang mengerkjakan tugas kelompok secara bersama-sama karena kesibukan masng-masing. Tapi alhamdulilah di setiap presentasi kami menampilkan cukup bagus. Meskipun terkadang denga persiapan yang sangatlah minim. Juwi pekerja keras, salut aku dengannya yang bisa membiayai sekolahnya sendiri. Orang yang sederhana dengan kacamata tebalnya, tak jarang aku menyomblangkannya dengan Dewi. Tapi kami tahu itu hanya bercanda, dan memang seperti itulah kami.
Hafiizh, mahasiswa super pintar di kelasku. Sangatlah cerdas. Rugi skali nantinya klo dia gak jadi Profesor. Hafiizh terkenal di jurusan kami karna kemampuannya di akademik sangatlah luar biasa, sering ia mengikuti olimpiade Matematika bahkan pernah memenangkan hingga tingkat nasional. Suatu kebanggaan tersendiri bagi kelas kami karena memiliki teman sperti dia. Hafiizh, seperti arti dari namanya dia juga cukup hafal dengan ayat-ayat suci Al-Quran.
Faisal, temanku paling cuek dan gak ngoyo di kelas. Kadang dia seperti memiliki dunia sendiri. Faisal juga cerdas dan kemampuan bahasa Inggrisnya juga bagus. Dia pernah menjadi guide di Bromo, luar biasa pengalamannya. Kadang dia bertingkah aneh di depan kelas sehingga membuat kami tertawa, dengan bicaranya yang khas juga dari Lumajang tapi terlihat sperti orang Madura.
Ya….itulah teman-temanku. Yang banyak memberi warna dalam kehidupanku selama kuliah. Bersama mereka aku menjalani suka duka perkuliahan, tapi itu sangatlah bermakna.
Tetap berjuang teman, masih banyak mimpi-mimpi yang belum kita raih di luar sana. Kepakkan sayapmu, suatu hari nanti kita akan mengingat hari ini.
Loving you all as always….
Regards,
AD

Tidak ada komentar:
Posting Komentar